Responsive Banner design

Pengertian Makalah


Pengertian Makalah

makalah adalah
Makalah merupakan salah satu karya tulis yang membahas suatu persoalan yang berupa pendapat, gagasan, atau penjelasan. Makalah biasanya merupakan kertas kerja yang disampaikan dalam rapat, diskusi panel, seminar, simposium, dan sebagainya. Sumber ide suatu makalah dapat diambil dari fakta, pendapat, buku-buku, atau bacaan-bacaan lain yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup pengetahuan. Makalah merupakan salah satu syarat untuk penyelesaian studi.

Suatu makalah memiliki karakteristik sebagai berikut.
  1. Merupakan hasil kajian literatur atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan dalam kegiatan.
  2. Mendemonstrasikan pemahaman siswa tentang permasalahan teoritik yang dikaji atau kemampuan siswa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan kegiatan belajar.
  3. Menunjukkan kemampuan pemahaman terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan.
  4. Mendemonstrasikan kemampuan meramu berbagai sumber informasi dalam suatu kesatuan sintesis yang utuh.
Bagi mahasiswa, makalah mahasiswa yang dimaksudkan dalam hal ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Diangkat dari suatu kajian literatur dan atau laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.
  2. Ruang lingkup makalah berkisar pada cakupan permasalahan dalam suatu mata kuliah.
  3. Memperlihatkan kemampuan mahasiswa tentang permasalahan teoritis yang dikaji atau dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan.
  4. Memperlihatkan kemampuan para mahasiswa dalam memahami isi dari sumber-sumber yang digunakan.
  5. Menunjukkan kemampuan mahaiswa dalam merangkai berbagai sumber informasi sebagai satu kesatuan sintesis yang utuh.
Sekian, yang dapat kami share kali ini mengenai "Pengertian Makalah", jika Anda ingin mengetahui Sistematika Penulisan Makalah, silahkan baca di sini.

Sumber referensi:

Ismail Kusmayadi.2007. Think Smart Bahasa Indonesia. Grafindo Media Pratama.

Juhara, E., dkk.Cendekia Berbahasa, Bahasa dan sastra Indonesia.

Contoh Rumusan Masalah

Contoh Rumusan Masalah

Contoh Rumusan Masalah

Penelitian - Sebelumnya kami telah membuat postingan mengenai "Pengertian Rumusan Masalah", dari artikel atau postingan sebelumnya kami berharap Anda dapat membuat sendiri ke depannya rumusan masalah, dan tanpa melihat lagi contoh rumusan masalah apalagi menyontek lurus contoh rumusan masalah yang biasa di share oleh teman-teman di internet.

Contoh Rumusan Masalah. Sebenarnya contoh rumusan masalah yang akan kami posting atau kami tampilkan mungkin sedikit atau banyak bukan contoh rumusan masalah yang Anda cari. Namun sekali lagi bahwa ketika Anda paham betul bagaimana seluk-beluk rumusan masalah itu maka kami yakin Anda akan mudah membuat rumusan masalah tanpa melihat lagi contoh rumusan masalah misalnya.

Contoh rumusan masalah dilihat sekali-kali tidak apa-apa, toh Anda butuh juga informasi, tambahan pengetahuan. Untuk membuat rumusan masalah baik rumusan masalah penelitian ataupun rumusan masalah makalah akan sangat mudah jika Anda mengetahui betul arah tujuan penulisan makalah atau penelitian. Kalau bisa kami katakan bahwa rumusan masalah itu bagai rambu-rambu yang mengarahkan Anda untuk menulis makalah atau penelitian nantinya.

Okey. Berikut kami share kepada Anda contoh rumusan masalah:

Contoh Rumusan Masalah di atas adalah sebuah penelitian di bidang peternakan dengan judul "Analisis Profitabilitas pada Usaha Peternakan Sapi Perah di Desa Anturejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang" yang ditulis oleh Ina Susilowati Program Studi Sosial Ekonomi, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang tahun 2007.

Berikutnya, kami berikan lagi satu contoh rumusan masalah yang dapat perhatikan, dapat lihat secara seksama. Kami sengaja juga menampilkan Latar Belakang penelitian, agar Anda dapat mengaitkannya dengan rumusan masalah yang hendak ingin dicapai oleh penulis.

Contoh Rumusan Masalah II.

Contoh rumusan masalah di atas adalah sebuah penelitian mengenai peternakan, yang berjudul "Analisis Profitabilitas Sistem bagi Hasil Peternakan Ayam Broiler, Kasus PT Kusuma Niaga Persada Nusantara", yang ditulis oleh Feri Andriastuti, Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Tahun 2005.

Okey, itulah yang sempat dapat share pada kesempatan ini. Semoga ini dapat bermanfaat buat Anda

Pengertian Rumusan Masalah


Pengertian Rumusan Masalah


Penelitian - Banyak yang mencari tentang rumusan masalah ataupun contoh rumusan masalah entah itu rumusan masalah makalah maupun rumusan masalah penelitian.

Rumusan masalah memang cukup krusial dalam sebuah penelitian ataupun makalah. Namun sebelum beranjak kepada contoh rumusan masalah, maka akan lebih baik kalau diketahui tentang rumusan masalah, pengertian rumusan masalah sehingga di masa mendatang tidak lagi kerepotan dalam membuat rumusan masalah sehingga tidak terpaku pada pencarian contoh rumusan masalah.

Pengertian Rumusan Masalah. Rumusan masalah dalam sebuah proposal penelitian adalah hal paling mendasar. Rumusan masalah akan menjadi penentu apa bahasan yang akan dilakukan dalam penelitian tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam perumusan masalah, kemudian akan dijawab dalam proses penelitian dan tertuang secara sistematis dalam laporan penelitian. Semua bahasan dalam laporan penelitian, termasuk juga semua bahasan mengenai kerangka teori dan metodologi yang digunakan, semuanya mengacu pada perumusan masalah. Oleh karena itu, ia menjadi titik sentral. Disinilah fokus utama yang akan menentukan arah penelitian (Yenrizal, 2012).

Ada beberapa para ahli mendefinisikan tentang rumusan masalah, diantaranya:
  • Menurut Pariata Westra (1981 : 263 ) bahwa “Suatu masalah yang terjadi apabila seseorang berusaha mencoba suatu tujuan atau percobaannya yang pertama untuk mencapai tujuan itu hingga berhasil.”
  • Menurut Sutrisno Hadi ( 1973 : 3 ) “Masalah adalah kejadian yang menimbulkan pertanyaan kenapa dan kenapa”.
Rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (Sugiyono).

Seperti telah dikemukakan bahwa rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini di kembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi. Bentuk masalah dapat dikelompokkan kedalam bentuk masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif.

a. Rumusan masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variable atau lebih ( variable yang berdiri sendiri ). Jadi dalam penelitian ini penelitian tidak membuat pernamdingan variable itu pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variable itu dengan variable yang lain. Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif.

b. Rumusan Masalah Komparatif
Rumusan komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan suatu variable atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.

c. Rumusan Masalah Asosiatif
Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variable atau lebih. 

Rumusan Masalah dapat Berupa Pernyataan ataupun Pertanyaan

Merumuskan masalah penelitaian ini dapat dilakukan dalam bentuk pernyataan (problema statement) dan juga dalam bentuk pertanyaan (research question). 

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perumusan masalah yaitu:

1. Dirumuskan secara jelas

2. Menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternaatif tindakan yang akan dilakukan

3. Dapat diuji secara empiris

4. Menggandung deskripsi tentang kenyataan yang ada dan keadaan yang diinginkan

5. Disusun dalam bahasa yang jelas dan singkat

6. Jelas cangkupannya

7. Memungkinkan untuk dijawab dengan mempergunakan metode atau teknik tertentu.

Menurut, Rakim (2008) memberikan tambahan tentang:

Batasan dan Lahan Permasalahan

  1. Spesifik hanya pada variabel yang diselidiki dalam bentuk diskripsi operasional 
  2. Argumen yang logika mengapa pembatasan harus rasional
  3. Rumusan alasan yang ditetapkan pada variabel yang tepat dan sesuai dengan sejarah permasalahan

Bentuk Pertanyaan Peneletian yang Baik (GOOD RESEARCH QUESTION)

  • Feasible : jawaban pertanyaan harus merujuk pada sumber yang pasti/nyata, jelas dan efisien
  • Clarity : mengembangkan persepsi dan konsepsi yang sama untuk semua pembaca
  • Significance : kontribusi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah
  • Ethnic : tidak berhubungan dengan suku, moral, kepercayaan , nilai nilai dan agama
Sekian yang dapat kami share pada kesempatan ini. Semoga postingan "Pengertian Rumusan Masalah" dapat memberikan sedikit Anda pemahaman agar dapat di buatkan nanti ke depannya contoh rumusan masalahnya.

Sumber Referensi:

Yenrizal. 2012. Membuat Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian. http://www.trijayafmplg.co.id/2012/12/kuliah-with-dosen-membuat-rumusan-masalah-tujuan-penelitian/

Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: CV. Alfabeta

Rakim, 2008. Permasalahan. http://rakim-ypk.blogspot.com/2008/06/permasalahan.html.

Penelitian Deskriptif Kualitatif


Penelitian - Penelitian deskriptif kualitatif berusaha menggambarkan suatu gejala sosial. Dengan kata lain penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat studi. Metode kualitatif ini memberikan informasi yang lengkap sehingga bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta lebih banyak dapat diterapkan pada berbagai masalah. Metode penyelidikan deskriptif tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang. Metode ini menuturkan, menganalisa, dan mengklasifikasi ; menyelidiki dengan teknik survey, interview, angket, observasi, atau dengan teknik test ; studi kasus, studi komperatif, studi waktu dan gerak, analisa kuantitatif, studi kooperatif atau operasional. Bisa disimpulkan bahwa metode deskriptif ini ialah metode yang menuturkan dan menafsirkan data yang ada, misalnya tentang situasi yang dialami, satu hubungan, kegiatan, pandangan, sikap yang menampak, atau tentang satu proses yang sedang berlangsung, pengaruh yang sedang bekerja, kelainan yang sedang muncul, kecenderungan yang menampak, pertentangan yang meruncing, dan sebagainya.

Tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami (to understand) fenomena atau gejala sosial dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji daripada memerincinya menjadi variabel-variabel yang saling terkait. Harapannya ialah diperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena untuk selanjutnya dihasilkan sebuah teori. Karena tujuannya berbeda dengan penelitian kuantitatif, maka prosedur perolehan data dan jenis penelitian kualitatif juga berbeda (Rahardjo, 2010).

Setidaknya ada delapan jenis penelitian kualitatif, yakni etnografi (ethnography), studi kasus (case studies), studi dokumen/teks (document studies), observasi alami (natural observation), wawancara terpusat (focused interviews), fenomenologi (phenomenology), grounded theory, studi sejarah (historical research). Berikut uraian ringkas tentang masing-masing jenis penelitian itu (Rahardjo, 2010).

Seorang peneliti kualitatif yang menerapkan sudut pandang ini berusaha menginterpretasikan kejadian dan peristiwa sosial sesuai dengan sudut pandang dari objek penelitiannya. Dalam penelitian kualitatif, peneliti itu sendiri bertindak sebagai instrumenpenelitiannya; yang mana sebagai instrumen penelitian peneliti harus memiliki bekal teoridan wawasan yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisis, memotret danmengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna (Sugiono:2008). Hal ini juga diperkuat oleh Margono (2004) yang menyatakan bahwa dengankarakteristik penelitiannya yang holistik (menyeluruh), peneliti dalam penelitian kualitatifmemerlukan ketajaman analis (bersifat deskriptif analitik), objektifitas, sistematik dansistemik sehingga diperoleh ketepatan dalam interpretasi. Sebab, hakikat dari suatufenomena atau gejala bagi penganut penelitian kualitatif adalah totalitas atau gestalt.

Bacaan :

Rahardjo, M. 2010. Jenis dan Metode Penelitian Kualitatif. http://mudjiarahardjo.com/artikel/215.html?task=view. 

Margono, Drs. (2004). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Rineke

Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: AlfaBeta.

Metode Penelitian Deskriptif


Metode Penelitian Deskriptif - Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting sosial atau hubungan antara fenomena yang diuji (Wikipedia).

Penelitian. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang. (Sujana dan Ibrahim, 1989:65). Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada pemecahan masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan.

Menurut Syah (2010) penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan untuk menemukan pengetahuan yang sekuas-luasnya terhadap objek penelitian pada suatu masa tertentu.  Sedangkan menurut  Setyosari (2010) ia menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk  menjelaskan atau mendeskripsikan suatu keadaan, peristiwa, objek apakah orang, atau segala sesuatu yang terkait dengan variabel-variebel yang bisa dijelaskan baik dengan angka-angka maupun kata-kata.

Peneliti berusaha memotret peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatiannya, kemudian menggambarkan atau melukiskannya sebagaimana adanya, sehingga pemanfaatan temuan penelitian ini berlaku pada saat itu pula yang belum tentu relevan bila digunakan untuk waktu yang akan datang. Karena itu tidak selalu menuntut adanya hipotesis.

Tidak menuntut adanya perlakuan atau manipulasi variabel, karena gejala dan peristiwanya telah ada dan peneliti tinggal mendeskripsikannya. Variabel yang diteiliti bisa tunggal, atau lebih dari satu variabel, bahkan dapat juga mendeskripsikan hubungan beberapa variabel. 

Jenis penelitian deskriptif
 Penelitian survei
 Penelitian korelasional
 Penelitian studi kasus
 Penelitian pengembangan
 Penelitian tindak lanjut
 Penelitian analisis dokumen
 Penelitian ex post facto

Ciri-ciri Penelitian Deskriptif :
  1. Untuk mengumpulkan data yang relatif terbatas dari sejumlah kasus yang relatif besar jumlahnya.
  2. Lebih mengutamakan pada penentuan informasi tentang variabel daripada informasi tentang individu.
  3. Digunakan untuk mengukur gejala yang ada tanpa menyelediki kenapa gejala tersebut ada.
  4. Hasil penelitian hanya disajikan sesuai dengan data yang diperoleh tanpa dilakukan analisis yang mendalam. Penyajian data hasil penelitian dapat berupa tabel distribusi frekuensi, tabel silang dan grafik. Perhitungan yang dilakukan hanya berupa persentase, proporsi, rata-rata, rate, rasio, simpangan baku, dan sesuai dengan skala ukuran data yang diperoleh.
  5.  Penelitian deskriptif merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan variabel-variabel utama subjek studi, misalnya; umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status marital, sosial ekonomi, dan lain-lain disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Bacaan :

Hidayat syah.2010.Pengantar Umum Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Verivikatif. Pekanbaru : Suska Pres.

Punaji Setyosari.2010.Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta : Kencana.

Tjutju Soendari. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195602141980032-TJUTJU_SOENDARI/Power_Point_Perkuliahan/Metode_PPKKh/Penelitian__Deskriptif.ppt_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf

Model Rantai Markov

Penelitian - Rantai markov (Markov Chain) adalah suatu model teoritis yang menjelaskan keadaan sebuah sistem pada suatu tahap tertentu. Model ini dapat memperkirakan perubahan- perubahan pada waktu yang akan datang dalam variabel-variabel dinamis pada waktu yang lalu. Teknik ini dapat juga digunakan untuk menganalisis kejadian-kejadian pada waktu mendatang secara sistematis (Anggriya, 2009).

Rantai Markov (Markov Chain) adalah teknik matematika yang biasa digunakan untuk melakukan pembuatan model (modelling) bermacam-macam sistem dan proses bisnis. Teknik ini dapat digunakan untuk memperkirakan perubahan-perubahan di waktu yang akan datang dalam variabel-variabel dinamis tersebut di waktu yang lalu. teknik dapat juga digunakan untuk menganalisa kejadian-kejadian di waktu-waktu mendatang secara sistematis.

Model Rantai Markov - Rantai markov ini dikenalkan oleh Andrei A. Markov, ahli matematika dari Rusia yang lahir tahun 1856 (Ching, W., dan Ng, M. 2006). Analisis markov menghasilkan suatu informasi probabilistik yang dapat digunakan untuk membantu pembuatan keputusan, jadi analisis ini bukan suatu teknik optimisasi melainkan suatu teknik deskriptif. Analisis markov merupakan suatu bentuk khusus dari model probabilistik yang lebih umum dinamakan dengan Stochastic process, yaitu proses perubahan perubahan probabilistik yang terjadi terus-menerus. 

Proses Model Rantai Markov

1. Menyusun Matriks Probabilitas Transisi

2. Menghitung kemungkinan Market Share di Waktu yang akan Datang

3. Menghitung Kondisi-kondisi Ekuilibirium

Bahan bacaan yang dapat Anda telusuri.

Ching, W., dan Ng, M. 2006. Markov Chain: Models, Algorithms and Application. New York: Springer Science + Business Media, Inc. 

Anggriya, Nova. 2009. Aplikasi Rantai Markov Multivariat Pada Network Genetik. Skripsi Departemen Matematika FMIPA USU.

Skala Likert dalam Penelitian

Penelitian - Defenisi Skala Likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner, dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena pendidikan. Dalam skala Likert terdapat dua bentuk pernyataan yaitu pernyataan positif yang berfungsi untuk mengukur sikap positif, dan pernyataan negative yang berfungsi untuk mengukur sikap negative objek sikap. 

Skala Likert dalam Penelitian.  Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang berupa kata-kata antara lain:
a. Sangat Setuju, b. Setuju, c. Ragu-ragu, d. Tidak Setuju, e. Sangat Tidak Setuju.
a. Sangat Baik, b. Baik, c. Ragu-ragu, d. Tidak Baik, e. Sangat Tidak Baik.
Sistem penilaian dalam skala Likert adalah sebagai berikut:

Item Favorable: sangat setuju/baik (5), setuju/baik (4), ragu-ragu (3), tidak setuju/baik (2), sangat tidak setuju/baik (1)

Item Unfavorable: sangat setuju/ baik (1), setuju/ baik (2), ragu-ragu (3), tidak setuju/ baik (4), sangat tidak setuju/ baik (5).

Skala Likert untuk keperluan analsisi kuantitatif, jawaban itu dapat diberi skor (1 – 5 atau disesuaikan dengan kebutuhan). 

Insrtumen penelitian yang menggunakan skala Likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda. 

Contoh Skala Likert dalam Penelitian:

Contoh Soal Pilihan Ganda

Berilah salah satu jawaban terhadap pertanyaan berikut sesuai dengan pendapat anda, dengan cara memberi tanda lingkaran pada nomor jawaban yang tersedia.

1. Pelibatan masyarakat bukan hanya memotivasi, tetapi aktif dalam menghimpun dana, tenaga, dan materi guna menunjang mutu pendidikan.
a. Sangat Setuju,
b. Setuju,
c. Ragu-ragu,
d. Tidak Setuju,
e. Sangat Tidak setuju

2. Masyararakat melakukan fungsi control dalam pelaksanaan pendidikan.
a. Sangat Setuju,
b. Setuju,
c. Ragu-ragu,
d. Tidak Setuju,
e. Sangat Tidak setuju 

3. Masyarakat bersifat proaktif dalam mengembangkan pendidikan.
a. Sangat Setuju,
b. Setuju,
c. Ragu-ragu,
d. Tidak Setuju,
e. Sangat Tidak setuju

Rumus Slovin untuk Menentukan Jumlah Sampel Penelitian

Penelitian - Dalam suatu penelitian, seringkali kita tidak dapat mengamati seluruh individu dalam suatu populasi. Hal ini dapat dikarenakan jumlah populasi yang amat besar, cakupan wilayah penelitian yang cukup luas, atau keterbatasan biaya penelitian. Untuk itu, kebanyakan penelitian menggunakan sampel. Sampel adalah bagian dari populasi yang digunakan untuk menyimpulkan atau menggambarkan populasi.

Menentukan Jumlah Sampel dengan Rumus Slovin.  Pemilihan sampel dengan metode yang tepat dapat menggambarkan kondisi populasi sesungguhnya yang akurat, dan dapat menghemat biaya penelitian secara efektif. Idealnya, sampel haruslah benar-benar menggambarkan atau mewakili karakteristik populasi yang sebenarnya. Karena data yang diperoleh dari sampel harus dapat digunakan untuk menaksir populasi, maka dalam mengambil sampel dari populasi tertentu kita harus benar-benar bisa mengambil sampel yang dapat mewakili populasinya atau disebut sampel representatif. Sampel representatif adalah sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya. Tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari populasi tertentu sangat tergantung pada jenis sampel yang digunakan, ukuran sampel yang diambil, dan cara pengambilannya.

Rumus Slovin untuk Menentukan Jumlah Sampel Penelitian. Pertanyaan yang seringkali diajukan dalam metode pengambilan sampel adalah berapa jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian. Sampel yang terlalu kecil dapat menyebabkan penelitian tidak dapat menggambarkan kondisi populasi yang sesungguhnya. Sebaliknya, sampel yang terlalu besar dapat mengakibatkan pemborosan biaya penelitian. Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah menggunakan rumus Slovin (Sevilla et. al., 1960:182), sebagai berikut:
Rumus Slovin untuk Menentukan Jumlah Sampe
Rumus Slovin

dimana
n: Jumlah Sampel
N: Jumlah Populasi
e: Batas Toleransi Kesalahan (error tolerance)


Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :

N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95


Bacaan Rekomendasi:

Sevilla, Consuelo G. et. al (2007). Research Methods. Rex Printing Company. Quezon City.


Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung : Alfabeta.

Penelitian Eksplanatori

Penelitian Eksplanatori
Penelitian - Penelitian Eksplanatori adalah penelitian bertujuan untuk menguji suatu teori atau hipotesis guna memperkuat atau bahkan menolak teori atau hipotesis hasil penelitian yang sudah ada. Penelitian eksploratori bersifat mendasar dan bertujuan untuk memperoleh keterangan, informasi, data mengenai hal-hal yang belum diketahui. Karena bersifat mendasar, penelitian ini disebut penjelajahan (eksploration). Penelitian eksploratori dilakukan apabila peneliti belum memperoleh data awal sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali mengenai hal yang akan diteliti. Penelitian eksploratori tidak memerlukan hipotesis atau teori tertentu. Peneliti hanya menyiapkan beberapa pertanyaan sebagai penuntun untuk memperoleh data primer berupa keterangan, informasi, sebagai data awal yang diperlukan. (wikipedia).

Penelitian eksplaratoris adalah suatu penelitian terhadap hal yang masih asing. Dimana peneliti tidak familiar dengan masalah yang diteliti. Biasanya penelitian ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi orang-orang berdasar cirri sosiologis dan perannya dalam masyarakat kemudian konsep yang sudah dibuat dikembangkan dan direvisi apa yang dikira tidak sesuai dengan hasil yang didapat.

Pengertian penelitian eksplanatori (explanatory research) menurut pendapat ahli, antara lain :
  • Menurut Umar (1999:36) penelitian eksplanatori (explanatory research) adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya.
  • Menurut Singarimbun dan Effendy (1995 : 4) penelitian eksplanatori (explanatory research) merupakan penelitian penjelasan yang menyoroti hubungan kausal antara variable-variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya.
Penelitian eksplanatoris adalah menjelaskan suatu fenomena sosial khusus tentang mengapa (why) dan bagaimana (how) sesuatu terjadi.

Tujuan Penelitian Eksplanatori :

Penelitian eksplanatori atau eksplanatif bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara dua atau lebih gejala atau variabel. Penelitian ini bertitik pada pertanyaan dasar “mengapa”.

Penelitian eksploratoris merupakan penelitian yang masih pada tahap “identifikasi”. Peneliti akan dihadapkan pada masalah-masalah yang belum familiar. Penelitian ini dimaksudkan agar peneliti lebih mengetahui dan mengembangkan konsep sesuai dengan keadaan dilapangan. Jadi penelitian ini tidak harus dilakukan oleh orang yang sudah mahir dalam masalah yang diteliti tersebut. Misalnya meneliti tentang warga yang cenderung dihargai oleh masyarakat lain. Dengan melihat sikap-sikap warga dalam masyarakat, keikut sertaannya dalam kegiatan masyarakat, sampai dengan sikap warga terhadap diri mereka. Setelah itu peneliti menyusun kategori atas subyek-subyek pelaku dan juga mengkategorikan kejadian-kejadian. Dari kategori itu peneliti dapat mengembangkan konsep sesuai dengan keadaan yang ada dilapangan.

Tinjauan Umum Variabel Penelitian

defenisi variabel penelitian
Ilustrasi
Tinjauan Umum Variabel Penelitian - Secara teori, definisi variabel penelitian adalah merupakan suatu objek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Secara teoritis variabel dapat didefiisikan sebagai atribut seseorang, atau objek yang mempunyai “Variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady,1981). Misalnya berat badan dapat dikatakan variabel, karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu dengan yang lain. Demikian juga prestasi belajar, kemampuan guru dapat juga dikatakan sebagai variabel karena prestasi belajar dari sekelompok murid tentu bervariasi. Jadi kalau peneliti akan memilih variabel penelitian baik yang dimiliki orang obyek, maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu, maka harus ada variasinya.
  • Hatch & Farhady, (1981): variabel didefinisikan sebagai atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain.
  • Karlinger (1973): variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari.
  • Kidder (1981): variabel adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.
  • Sugiyono (2009:38) : variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh onformasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Teknik pengambilan Sampel

Teknik pengambilan Sampel - Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakterisitik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2010 : 62). Bila jumlah populasi dipandang terlalu besar,  dengan maksud meng-hemat waktu, biaya, dan tenaga, penelitili tidak meneliti seluruh anggota populasi. Bila peneliti bermaksud meneliti sebagian dari populasi saja (sampel), pertanyaan yang selalu muncul adalah berapa jumlah sampel yang memenuhi syarat. Ada hukum statistika dalam menentukan jumlah sampel, yaitu semakin besar jumlah sampel semakin menggambarkan keadaan populasi (Sukardi, 2004 : 55).
Pentingnya sampel dalam Populasi  ?
Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasiitu. Sampel yang diambil pada populasi tersebut dapat memberikan gambaran atau kesimpulan untuk populasi tersebut. Namun, yang harus diketahui adalah bahwa sampel yang diambil dalam populasi tersebut betul-betul harus representatif (mewakili).


Agar hasil penelitian yang dilakukan terhadap sampel masih tetap bisa dipercaya dalam artian masih bisa mewakili karakteristik populasi,  maka cara penarikan sampelnya harus dilakukan secara seksama. Cara pemilihan sampel dikenal dengan nama teknik sampling atau teknik pengambilan sampel.

Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu, sampel acak atau random sampling / probability sampling, dan sampel tidak acak atau nonrandom samping/nonprobability sampling. Yang dimaksud dengan random sampling adalah cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Sedangkan yang dimaksud dengan nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. Lima elemen populasi dipilih sebagai sampel karena letaknya dekat dengan rumah peneliti, sedangkan yang lainnya, karena jauh, tidak dipilih; artinya kemungkinannya 0 (nol).

Bentuk dan Sumber Data Penelitian

Bentuk dan Sumber Data Penelitian - Dalam lingkup penelitian, dari segi bentuk data yang telah tersedia kita mengenal ada dua jenis data, yaitu: 
  1. Data Kualitatif; merupakan data atau serangkaian informasi berupa tanggapan, argumen dan sebagainya yang digali dari hasil penelitian masih merupakan fakta-fakta verbal atau berupa keterangan-keterangan saja.
  2. Data Kuantitatif; merupakan data statistik berbentuk angka-angka, baik secara langsung digali dari hasil penelitian maupun hasil pengolahan data kualitatif menjadi data kuantitatif.
Dilihat dari segi sumber perolehan data dalam penelitian, dikenal ada dua jenis data, yaitu:  
  1. Data Primer; merupakan jenis data yang diperoleh dan digali dari sumber utamanya  (sumber asli), baik berupa data kualitatif maupun data kuantitatif.
  2. Data Sekunder; merupakan jenis data yang diperoleh dan digali melalui hasil pengolahan pihak kedua dari hasil penelitian di lapangan, baik berupa data kualitatif maupun data kuantitatif.

Pengumpulan, Pengolahan, dan Analisis Data Penelitian

Pengumpulan, Pengolahan, dan Analisis Data Penelitian - Pengumpulan Data. Ada empat hal yang menyebabkan data tidak valid yaitu: 1) Instrumen, 2) Rumusan masalah, 3) Hipotesa, 4) Peneliti.
 
Berdasarkan atas pendekatan atau luasnya data yang dikumpulkan, maka ada tiga metode pokok pengumpulan data yaitu:

a)    Sensus : ditempuh dengan cara mengumpulkan informasi-informasi yang dibutuhkan dari seluruh unit populasi yang berhubungan yang terdapat dalam populasi.

b)    Survey : dengan cara menghubungi sebagian atau sekelompok tertentu dari populasi yang berhubungan dalam area penelitian tertentu guna menggali informasi yang dibutuhkan.

c)    Studi kasus : dengan cara menarik sampel dalam unit sampel tertentu yang berhubungan dan dipelajari secara mendalam.

Berdasarkan konsep operasional pengumpulan data, maka ada tiga metode pengumpulan data yaitu:
  1. Observasi : melalui proses pencatatan secara cermat dan sistematis terhadap obyek yang diamati secara langsung.
  2. Wawancara : metode pengumpulan data dengan cara bertanya langsung.
  3. Penyebaran daftar isian/Angket : daftar isian yang memadai sebagai bahan dasar pengumpulan informasi serta informasi tentang keberadaan calon responden, dimana mereka bermukim.
Pengolahan dan Analisis Data

    Analisis yang digunakan untuk mengolah data yang diperoleh dari hasil penelitian terdiri atas:
  1. Analisis Korelasi;  suatu teknik untuk menentukan sampai sejauh mana terdapat hubungan antara dua variabel.
  2. Analisis Korelasi Berganda; suatu teknik untuk menentukan hubungan antara lebih dari dua variabel.
  3. Analisis Korelasi Parsial; Suatu teknik yang menentukan mana diantara berbagai variabel independen mempunyai pengaruh terbesar terhadap variabel dependen, dengan catatan apabila diketahui memang ada hubungan antara variabel tersebut.
Dalam penelitian kuantitatif terdapat beberapa bentuk pengolahan data yaitu pengolahan dalam bentuk statistik. Ada dua penggolongan besar dalam pengolahan statistik untuk penelitian sosial yaitu:
  1. Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif, digunakan pada penelitian kuantitatif deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan keadaan gejala sosial apa adanya, tanpa melihat hubungan-hubungan yang ada. Dikenal beberapa teknik statistik deskriptif antara lain distribusi frekuensi yang terdiri dari tabel biasa atau tabel frekuensi, gambar histogram, poligon, ogive, sorabi/lingkaran, tendensi sentral dan standar deviasi.
  2. Pengolahan data menggunakan statistik inferensial,  digunakan pada penelitian eksplanasi, yaitu suatu jenis penelitian yang mencari hubungan, pengaruh, dan perbedaan antara satu variabel dengan variabel lainnya,  yang bertujuan tidak saja mendiskripsikan keadaan gejala sosial yang tampak, tetapi lebih jauh lagi ingin melihat hubungan-hubungan kausalitas diantara gejala-gejala tersebut. Beberapa statistik inferensial antara lain Chi kuadrat, regresi, korelasi, dan lain-lain.

Fungsi, Manfaat, Kegunaan Penelitian

Fungsi, Manfaat, Kegunaan penelitian - Untuk melihat bagaimana dan seberapa jauh peranan suatu penelitian, ada baiknya dilihat kembali jenis penelitian daripada penelitian tersebut. Penelitian sangat memegang peranan penting jika dilakukan secara baik dan benar, sebab penelitian dapat berfungsi sebagai jembatan yang :
  1. Membantu manusia untuk meningkatkan kemampuannya dalam menginterpretasikan fenomena-fenomena yang terjadi didalam masyarakat dan sekitarnya, yang bersifat kompleks dan saling berkait,
  2. Mempermudah dalam pencapaian tujuan yang diharapkan,
  3. Sebagai pemberi rekomendasi,
  4. Sebagai alat perencanaan untuk melakukan kegiatan selanjutnya,
  5. Dapat mengatasi atau menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi,
  6. Sebagai alat dalam pengambilan keputusan,
  7. Sebagai media untuk perkembangan ilmu pengetahuan, melalui penelitian yang dijalankan dapat ditemukan sesuatu yang baru ataupun penyempurnaan pengetahuan yang telah ada,
  8. Sebagai alat dalam pengambilan kesimpulan untuk pemecahan masalah,
  9. Membantu persoalan kehidupan sehari-hari setidaknya lewat penelitian dapat diperolehnya jawaban yang sedang dihadapi, baik untuk pengembangan sektor usaha maupun meningkatkan pendapatan,
  10. Begitupun halnya dalam menunjang kelancaran proses pembangunan ataupun kesulitan mengatasi masalah usaha, melalui penelitian yang telah dijalankan dapat diberikannya jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi, sehingga dapat keluar dari krisis yang terjadi.
Kegunaan penelitian ialah untuk menyelidiki keadaan dari, alasan untuk, dan konsekuensi terhadap suatu set keadaan khusus. Keadaan tersebut bisa saja di kontrol melalui percobaan (eksperimen) ataupun berdasarkan observasi tanpa kontrol. Penelitian memegang peranan yang amat penting dalam memberikan fondasi terhadap tindak serta keputusan dalam segala aspek pembangunan.
 
Jika penelitian tidak diadakan, serta kenyataan-kenyataan tidak pernah diuji lebih dahulu melalui penelitian. Tidak ada negara yang sudah maju dan berhasil dalam pembangunan, tanpa melibatkan banyak daya dan dana dalam bidang penelitian.
 
Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa kontribusi dari penelitian mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk keperluan tersebut. Ada dua cara untuk menilai benefit (keuntungan) dari penelitian. Pertama, menggunakan teknik internal rate of return to investment. Dan kedua dengan menghitung nilai marginal dari output per dolar modal yang ditanamkan dalam penelitian. 
 
MANFAAT PENELITIAN 
 
Pengertian penelitian mengandung 2 manfaat penelitian, yaitu (1) manfaat teoritis dan (2) manfaat praktis.

1. Manfaat Teoritis
 
Penelitian yang bertitik tolak dari meragukan suatu teori tertentu disebut penelitian verifikatif. Keraguan terhadap suatu teori muncul jika teori yang bersangkutan tidak bisa lagi menjelaskan peristiwa-peristiwa aktual yang dihadapi. Pengujian terhadap teori tersebut dilakukan melalui penelitian empiris, dan hasilnya bisa menolak, atau mengukuhkan, atau merevisi teori yang bersangkutan.

2. Manfaat Praktis
 
Pada sisi lain, penelitian bermanfaat pula untuk memecahkan masalah-masalah  praktis. Hampir semua lembaga yang ada di masyarakat, baik lembaga pemerintahan maupun lembaga swasta, menyadari manfaat ini dengan menempatkan penelitian dan pengembangan sebagai bagian integral dalam organisasi mereka. Kedua manfaat penelitian tersebut merupakan syarat dilakukannya suatu penelitian sebagaimana dinyatakan dalam rancangan (desain) penelitian.

Tipe-Tipe Penelitian

Tipe-tipe Penelitian - Penelitian bertitik tolak pada pertanyaan, bukan pernyataan. Jawaban dari suatu pertanyaan akan dipertanyakan lagi, sehingga kita sampai pada pertanyaan yang paling mendasar. Pertanyaan dasar tersebut menentukan tipe penelitian yang hendak dilaksanakan. Ada 3 pertanyaan dasar yang menentukan tipe penelitian secara empiris, yaitu (1) Apa, (2) Bagaimana dan (3) Mengapa.

1. Penelitian Eksploratif
 
Tipe penelitian ini berhubungan dengan pertanyaan dasar yang pertama, yaitu apa. Pertanyaan ini ingin mengetahui suatu gejala atau peristiwa dengan melakukan penjajakan terhadap gejala tersebut. Penjajakan ini dilakukan tidak secara sistematis, dalam arti tidak didasarkan pada hipotesis dan tidak ditarik sampel. Penjajakan dapat dilakukan dengan metode “Bola Salju,” yaitu dengan bertanya kepada satu orang kemudian diteruskan kepada orang lain, dan kalau belum puas diteruskan lagi kepada orang lain, sampai diperoleh informasi yang lebih lengkap tentang masalah yang diteliti.
2. Penelitian Deskriptif
 
Tipe penelitian ini berdasarkan pada pertanyaan dasar yang kedua, yaitu Bagaimana. Temuan-temuan dari penelitisn deskriptif lebih luas dan lebih terperinci daripada penelitian eksploratif. Dikatakan lebih luas karena kita meneliti tidak hanya masalah sendiri, tetapi juga variabel-variabel lain yang berhubungan dengan masalah itu. Lebih terperinci karena variabel-variabel tersebut diuraikan atas faktor-faktornya. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, penelitian dilakukan dengan menarik sampel.

3.Penelitian Eksplanatif

Tipe penelitian ini bertitik tolak pada pertanyaan dasar mengapa . Kita tidak puas bila hanya mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana terjadinya, tetapi ingin juga mengetahui mengapa peristiwa itu terjadi. Untuk itu perlu diidentifikasikan berbagai variabel di luar variabel yang diperkirakan dapat memberi penjelasan terhadap masalah itu. Penelitian seperti ini didasarkan pada hipotesis-hipotesis yang datanya dikumpulkan dengan metode sampling.

4. Penelitian  Eksperimen

Ketiga tipe penelitian yang disebutkan di atas disebut  juga expoct fact research. Disebut demikian karena peristiwa yang diteliti sudah terjadi sehingga data-datanya dapat dilacak kembali melalui kuesioner atau dokumen dokumen yang relevan. Tetapi, ada juga penelitian dimana datanya belum pernah ada, sehingga harus diciptakan terlebih dahulu. Tipe penelitian ini sangat berguna untuk mengembangkan inovasi-inovasi yang berguna dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.

Popular Posts

Powered by Blogger.