Responsive Banner design

Asuhan Keperawatan (Askep) Anak dengan Tuberkulosis Paru


Askep - Asuhan Keperawatan (Askep) Anak dengan Tuberkulosis Paru

Pengertian 

Penyakit infeksi kronis dengan karakteristik terbentuknya tuberkel granuloma pada paru. Yang biasanya disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis  (Amin, M.,1999).

Tuberkolosis yang terjadi pada paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis, terjadi dalam 6 bulan pertama setelah terjadi infeksi sebagai akibat penyebaran limfogen dan atau hematogen, biasanya multipel.

Faktor Resiko 
Rasial/Etnik group : Penduduk asli Amerika, Eskimo, Negro, Imigran dari Asia Tenggara.
Klien dengan ketergantuangan alkhohol dan kimia lain yang menimbulkan penurunan status kesehatan.
Bayi dan anak di bawah 5 tahun.
Klien dengan penurunan imunitas : HIV positip, terapi steroid & kemoterapi kanker.

Kesehatan. Asuhan Keperawatan (Askep) Anak dengan Tuberkulosis Paru, dapat Anda lihat detilnya di bawah ini:


Askep. Asuhan Keperawatan (Askep) Anak dengan Tuberkulosis Paru, dapat review sebelum mendownloadnya di bawah ini.

Jika Anda ingin mendownload Askep ini (Asuhan Keperawatan (Askep) Anak dengan Tuberkulosis Paru), silahkan download di bawah ini:
Silahkan Anda download Askepnya.

ASKEP (Asuhan Keperawatan) CHF

Kesehatan - Senang sekali pada kesempatan ini kami kembali dapatmembuat postingan. Postingan kami kali ini terkait dengan bidang kesehatan dari kumpulan tugas kuliah yang akan kami posting atau rilis buat Anda.

Bukan untuk apa, semoga ini menjadi salah satu bagian referensi buat Anda dan tentunya juga kami dapat share dari apa yang kami miliki. Ok....hehehe. :)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN CHF
A.  Definisi
Gagal jantung Kongsetif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrient dikarenakan adanya kelainan fungsi jantung yang berakibat jantung gagal memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian tekanan pengisian ventrikel kiri (Smeltzer & Bare, 2001).
B.    Etiologi
Kelainan otot jantung
Gagal jantung sering terjadi pada penderita kelainan otot jantung, disebabkan menurunnya kontraktilitas jantung. Kondisi yang mendasari penyebab kelainan fungsi otot jantung mencakup ateroslerosis koroner, hipertensi arterial dan penyakit degeneratif atau inflamasi
 Aterosklerosis koroner mengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran darah ke otot jantung. Terjadi hipoksia dan asidosis (akibat penumpukan asam laktat). Infark miokardium (kematian sel  jantung) biasanya mendahului terjadinya gagal jantung. Peradangan dan penyakit miokardium degeneratif berhubungan dengan gagal jantung karena kondisi yang secara langsung merusak serabut jantung menyebabkan kontraktilitas menurun.
Hipertensi Sistemik atau pulmunal (peningkatan after load) meningkatkan beban kerja jantung dan pada gilirannya mengakibatkan hipertrofi serabut otot jantung.
 Peradangan dan penyakit myocardium degeneratif, berhubungan dengan gagal jantung karena kondisi ini secara langsung merusak serabut jantung, menyebabkan kontraktilitas menurun.
Penyakit jantung lain, terjadi sebagai akibat penyakit jantung yang sebenarnya, yang secara langsung mempengaruhi jantung. Mekanisme biasanya terlibat mencakup gangguan aliran darah yang masuk jantung (stenosis katub semiluner), ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah (tamponade, pericardium, perikarditif konstriktif atau stenosis AV), peningkatan mendadak after load
Faktor sistemik
Terdapat sejumlah besar factor yang berperan dalam perkembangan dan beratnya gagal jantung. Meningkatnya laju metabolisme (missal : demam, tirotoksikosis). Hipoksia dan anemi juga dapat menurunkan suplai oksigen ke jantung. Asidosis respiratorik atau metabolic dan abnormalita elektronik dapat menurunkan kontraktilitas jantung.

dst....
Untuk preview lengkap laporan askep (asuhan kesehatan) ini. lihat di bawah ini:

Askep (Asuhan Kesehatan) di atas, dapat Anda download atau unduh secara gratis di bawah ini:
Tidak tahu download, silahkan baca petunjuknya di atas.

Silahkan download...!!!

Askep (Asuhan Keperawatan) Anemia


ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN ANEMIA

 PENGERTIAN
Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar Hb dan atau hitung eritrosit lebih rendah dari normal. Anemia adalah berkurangnya jumlah eritrosit serta jumlah Hb dalam 1mm3 darah atau berkurangnya volume sel yang didapatkan (packed red cells volume) dalam 100 ml darah.

PENYEBAB ANEMIA
Anemia dapat dibedakan menurut mekanisme kelainan pembentukan, kerusakan atau kehilangan sel-sel darah merah serta penyebabnya. Penyebab anemia antara lain sebagai berikut:

Anemia pasca perdarahan : akibat perdarahan massif seperti kecelakaan, operasi dan persalinan dengan perdarahan atau perdarahan menahun:cacingan.
Anemia defisiensi: kekurangan bahan baku pembuat sel darah. Bisa karena intake kurang, absorbsi kurang, sintesis kurang, keperluan yang bertambah.
Anemia hemolitik: terjadi penghancuran eritrosit yang berlebihan. Karena faktor intrasel: talasemia, hemoglobinopatie,dll. Sedang factor ekstrasel: intoksikasi, infeksi –malaria, reaksi hemolitik transfusi darah.
Anemia aplastik disebabkan terhentinya pembuatan sel darah oleh sumsum tulang (kerusakan sumsum tulang).
TANDA DAN GEJALA
Tanda-tanda umum anemia:

pucat,

tacicardi,

bising sistolik anorganik,

bising karotis,

pembesaran jantung.

Manifestasi khusus pada anemia:
Anemia aplastik: ptekie, ekimosis, epistaksis, ulserasi oral, infeksi bakteri, demam, anemis, pucat, lelah, takikardi.

Anemia defisiensi: konjungtiva pucat (Hb 6-10 gr/dl), telapak tangan pucat (Hb < 8 gr/dl), iritabilitas, anoreksia, takikardi, murmur sistolik, letargi, tidur meningkat, kehilangan minat bermain atau aktivitas bermain. Anak tampak lemas, sering berdebar-debar, lekas lelah, pucat, sakit kepala, anak tak tampak sakit, tampak pucat pada mukosa bibir, farink,telapak tangan dan dasar kuku. Jantung agak membesar dan terdengar bising sistolik yang fungsional.

Anemia aplastik : ikterus, hepatosplenomegali.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kadar Hb.
Kadar Hb <10g 32-37="" 32="" binding="" capacity="" dan="" div="" dl.="" eritrosit="" hemoglobin="" iron="" konsentrasi="" leukosit="" meningkat.="" merendah="" normal:="" normal="" rata-rata="" serum="" trombosit="">

Kelainan laborat sederhana untuk masing-masing tipe anemia :
Anemia defisiensi asam folat : makro/megalositosis
Anemia hemolitik : retikulosit meninggi, bilirubin indirek dan  total naik, urobilinuria.
Anemia aplastik : trombositopeni, granulositopeni, pansitopenia, sel patologik darah tepi ditemukan pada anemia aplastik karena keganasan.
PATHWAYS
PENATALAKSANAAN
Anemia pasca perdarahan: transfusi darah. Pilihan kedua: plasma ekspander atau plasma substitute. Pada keadaan darurat bisa diberikan infus IV apa saja.
Anemia defisiensi: makanan adekuat, diberikan SF 3x10mg/kg BB/hari. Transfusi darah hanya diberikan pada Hb <5 div="" dl.="" gr="">
Anemia aplastik: prednison dan testosteron, transfusi darah, pengobatan infeksi sekunder, makanan dan istirahat.
Pengkajian Keperawatan

Aktivitas/Istrahat
Gejalah :Keltihan, kelemahan, Malaise umum. Kehilangan produktivitas, penurunan semangat untuk bekerja. Toleransi terhadap latihan rendah. Kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak

Tanda :Takikardia/takipnea. Letargi, menarik diri, apatis, lesu dan kurang tertarik pada sekitarnya. Kelemahan otot dan penurunan kekuatan. Ataksia, tubuh tidak tegak.

Sirkulasi
Gejalah : Riwayat kehilangan darah kronis. Riwayat endokarditis infektif kronis.

Tanda : TD : Peningkatan  sistolik dengan diastolic stabil dan tekanan nadi melebar. Distritmia;atnormalitas EKG. Bunyi jantung : murmus sitolik. Ekstermitas (warna) : Pucat pada kulit dan membrane mukosa.

Integritas ego
Gejalah :Keyakian agama/budaya mempengaruhi pilihan pengobatan.

Mis : penolakan transfuse darah

Tanda :Depresi

Eliminasi
Gejalah :Riwayat pilonefritis, gagal ginjal, Flatulen, sindrom, malabsorbsi, hematemesis, Diare atau konstipasi, penurunan haluaran urine

Tanda : Distensi abdomen

Makan dan cairan
Gejalah :Penurunan masukan diet, nyeri mulut atau lidah, kesulitan menelan, mual dan muntah, dyspepsia, anoreksia

Tanda :Lidah tampak merah daging/halus, membrane mukosa kering, pucat, Turgor kulit : buruk, kering tampak kisut, stomatitis dan glositis, Bibir : selitis

Higiene
Gejalah :Kurang bertenaga, penampilan tak rapih

Neurosensori
Gejalah :Sakit kepala, Insomnia, kelemahan, sensasi menjadi dingin

Tanda :Peka rangsang, gelisah, defresi, cenderung tidur, apatis. Mental : tak mampu berespon lambat dan dangkal. Oftalmik : Hemoragis retina.

Nyeri/Kenyamanan
Gejalah : Nyeri abdomen samara, sakit kepala

Pernafasan
Gejalah : Riwayat TB. Abses paru, nafas pendek pada istirahat dan aktivitas

Tanda : Takipnea, ortopnea, dan dispnea.

Keamanan
Gejalah : Riwayat terpajan terhadap bahan kimia, Gangguan penglihatan, penyembuhan luka buruk, sering infeksi.

Tanda : Demam rendah, menggigil, berkeringat malam, limfadeuopati umum, peteki dan ekimosis.

Seksualitas
Gejalah : Perubahan aliran menstruasi, hilang libido, impotent.

Tanda : Serviks dan dinding vagina pucat.

Penyuluhan dan pembelajaran
Gejala : Kecenderungan keluarga untuk anemia

MASALAH KEPERAWATAN YANG SERING MUNCUL

Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan berkurangnya komparten seluler yang penting untuk menghantarkan oksigen / zat nutrisi ke sel.

Tidak toleransi terhadap aktivitas berhubungan dengan tidak seimbangnya kebutuhan pemakaian dan suplai oksigen.

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurangnya selera makan.

TINDAKAN KEPERAWATAN

Perfusi jaringan adekuat

Memonitor tanda-tanda vital, pengisian kapiler, wama kulit, membran mukosa.
Meninggikan posisi kepala di tempat tidur
Memeriksa dan mendokumentasikan adanya rasa nyeri.
Observasi adanya keterlambatan respon verbal, kebingungan, atau gelisah
Mengobservasi dan mendokumentasikan adanya rasa dingin.
Mempertahankan suhu lingkungan agar tetap hangat sesuai kebutuhan tubuh.
Memberikan oksigen sesuai kebutuhan.
Mendukung anak tetap toleran terhadap aktivitas

Menilai kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sesuai dengan kondisi fisik dan tugas perkembangan anak.

Memonitor tanda-tanda vital selama dan setelah melakukan aktivitas, dan mencatat adanya respon fisiologis terhadap aktivitas (peningkatan denyut jantung peningkatan tekanan darah, atau nafas cepat).

Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga untuk berhenti melakukan aktivitas jika teladi gejala-gejala peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah, nafas cepat, pusing atau kelelahan).

Berikan dukungan kepada anak untuk melakukan kegiatan sehari hari sesuai dengan kemampuan anak.

Mengajarkan kepada orang tua teknik memberikan reinforcement terhadap partisipasi anak di rumah.

Membuat jadual aktivitas bersama anak dan keluarga dengan melibatkan tim kesehatan lain.

Menjelaskan dan memberikan rekomendasi kepada sekolah tentang kemampuan anak dalam melakukan aktivitas, memonitor kemampuan melakukan aktivitas secara berkala dan menjelaskan kepada orang tua dan sekolah.

Memenuhi kebutuhan nutrisi yang adekuat

Mengijinkan anak untuk memakan makanan yang dapat ditoleransi anak, rencanakan untuk memperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan anak meningkat.
Berikan makanan yang disertai dengan suplemen nutrisi untuk meningkatkan kualitas intake nutrisi.
Mengijinkan anak untuk terlibat dalam persiapan dan pemilihan makanan
Mengevaluasi berat badan anak setiap hari.

DAFTAR PUSTAKA

Suriadi, Yuliani R. (2001). Asuhan Keperawatan pada Anak. Edisi I. Jakarta, CV Sagung Seto.
Smeltzer, Bare. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Edisi 8. Jakarta, EGC.
FKUI. (1985). Ilmu Kesehatan Anak. Volume 1. Jakarta, FKUI.
Harlatt, Petit. (1997). Kapita Selekta Hematologi. Edisi 2. Jakarta, EGC.

Jika Anda berminat untuk mendapatkan file ini, silahkan Anda download lengkap filenya di bawah ini:
download askep anemia

Popular Posts

Powered by Blogger.