Kadar Hb <10g 32-37="" 32="" binding="" capacity="" dan="" div="" dl.="" eritrosit="" hemoglobin="" iron="" konsentrasi="" leukosit="" meningkat.="" merendah="" normal:="" normal="" rata-rata="" serum="" trombosit="">10g>
Anemia hemolitik : retikulosit meninggi, bilirubin indirek dan total naik, urobilinuria.
Anemia aplastik : trombositopeni, granulositopeni, pansitopenia, sel patologik darah tepi ditemukan pada anemia aplastik karena keganasan.
Anemia pasca perdarahan: transfusi darah. Pilihan kedua: plasma ekspander atau plasma substitute. Pada keadaan darurat bisa diberikan infus IV apa saja.
Anemia defisiensi: makanan adekuat, diberikan SF 3x10mg/kg BB/hari. Transfusi darah hanya diberikan pada Hb <5 div="" dl.="" gr="">5>
Anemia aplastik: prednison dan testosteron, transfusi darah, pengobatan infeksi sekunder, makanan dan istirahat.
Pengkajian Keperawatan
Aktivitas/Istrahat
Gejalah :Keltihan, kelemahan, Malaise umum. Kehilangan produktivitas, penurunan semangat untuk bekerja. Toleransi terhadap latihan rendah. Kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak
Tanda :Takikardia/takipnea. Letargi, menarik diri, apatis, lesu dan kurang tertarik pada sekitarnya. Kelemahan otot dan penurunan kekuatan. Ataksia, tubuh tidak tegak.
Sirkulasi
Gejalah : Riwayat kehilangan darah kronis. Riwayat endokarditis infektif kronis.
Tanda : TD : Peningkatan sistolik dengan diastolic stabil dan tekanan nadi melebar. Distritmia;atnormalitas EKG. Bunyi jantung : murmus sitolik. Ekstermitas (warna) : Pucat pada kulit dan membrane mukosa.
Integritas ego
Gejalah :Keyakian agama/budaya mempengaruhi pilihan pengobatan.
Mis : penolakan transfuse darah
Tanda :Depresi
Eliminasi
Gejalah :Riwayat pilonefritis, gagal ginjal, Flatulen, sindrom, malabsorbsi, hematemesis, Diare atau konstipasi, penurunan haluaran urine
Tanda : Distensi abdomen
Makan dan cairan
Gejalah :Penurunan masukan diet, nyeri mulut atau lidah, kesulitan menelan, mual dan muntah, dyspepsia, anoreksia
Tanda :Lidah tampak merah daging/halus, membrane mukosa kering, pucat, Turgor kulit : buruk, kering tampak kisut, stomatitis dan glositis, Bibir : selitis
Higiene
Gejalah :Kurang bertenaga, penampilan tak rapih
Neurosensori
Gejalah :Sakit kepala, Insomnia, kelemahan, sensasi menjadi dingin
Tanda :Peka rangsang, gelisah, defresi, cenderung tidur, apatis. Mental : tak mampu berespon lambat dan dangkal. Oftalmik : Hemoragis retina.
Nyeri/Kenyamanan
Gejalah : Nyeri abdomen samara, sakit kepala
Pernafasan
Gejalah : Riwayat TB. Abses paru, nafas pendek pada istirahat dan aktivitas
Tanda : Takipnea, ortopnea, dan dispnea.
Keamanan
Gejalah : Riwayat terpajan terhadap bahan kimia, Gangguan penglihatan, penyembuhan luka buruk, sering infeksi.
Tanda : Demam rendah, menggigil, berkeringat malam, limfadeuopati umum, peteki dan ekimosis.
Seksualitas
Gejalah : Perubahan aliran menstruasi, hilang libido, impotent.
Tanda : Serviks dan dinding vagina pucat.
Penyuluhan dan pembelajaran
Gejala : Kecenderungan keluarga untuk anemia
MASALAH KEPERAWATAN YANG SERING MUNCUL
Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan berkurangnya komparten seluler yang penting untuk menghantarkan oksigen / zat nutrisi ke sel.
Tidak toleransi terhadap aktivitas berhubungan dengan tidak seimbangnya kebutuhan pemakaian dan suplai oksigen.
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurangnya selera makan.
TINDAKAN KEPERAWATAN
Perfusi jaringan adekuat
Memonitor tanda-tanda vital, pengisian kapiler, wama kulit, membran mukosa.
Meninggikan posisi kepala di tempat tidur
Memeriksa dan mendokumentasikan adanya rasa nyeri.
Observasi adanya keterlambatan respon verbal, kebingungan, atau gelisah
Mengobservasi dan mendokumentasikan adanya rasa dingin.
Mempertahankan suhu lingkungan agar tetap hangat sesuai kebutuhan tubuh.
Memberikan oksigen sesuai kebutuhan.
Mendukung anak tetap toleran terhadap aktivitas
Menilai kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sesuai dengan kondisi fisik dan tugas perkembangan anak.
Memonitor tanda-tanda vital selama dan setelah melakukan aktivitas, dan mencatat adanya respon fisiologis terhadap aktivitas (peningkatan denyut jantung peningkatan tekanan darah, atau nafas cepat).
Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga untuk berhenti melakukan aktivitas jika teladi gejala-gejala peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah, nafas cepat, pusing atau kelelahan).
Berikan dukungan kepada anak untuk melakukan kegiatan sehari hari sesuai dengan kemampuan anak.
Mengajarkan kepada orang tua teknik memberikan reinforcement terhadap partisipasi anak di rumah.
Membuat jadual aktivitas bersama anak dan keluarga dengan melibatkan tim kesehatan lain.
Menjelaskan dan memberikan rekomendasi kepada sekolah tentang kemampuan anak dalam melakukan aktivitas, memonitor kemampuan melakukan aktivitas secara berkala dan menjelaskan kepada orang tua dan sekolah.
Memenuhi kebutuhan nutrisi yang adekuat
Mengijinkan anak untuk memakan makanan yang dapat ditoleransi anak, rencanakan untuk memperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan anak meningkat.
Berikan makanan yang disertai dengan suplemen nutrisi untuk meningkatkan kualitas intake nutrisi.
Mengijinkan anak untuk terlibat dalam persiapan dan pemilihan makanan
Mengevaluasi berat badan anak setiap hari.
DAFTAR PUSTAKA
Suriadi, Yuliani R. (2001). Asuhan Keperawatan pada Anak. Edisi I. Jakarta, CV Sagung Seto.
Smeltzer, Bare. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Edisi 8. Jakarta, EGC.
FKUI. (1985). Ilmu Kesehatan Anak. Volume 1. Jakarta, FKUI.
Harlatt, Petit. (1997). Kapita Selekta Hematologi. Edisi 2. Jakarta, EGC.
Jika Anda berminat untuk mendapatkan file ini, silahkan Anda download lengkap filenya di bawah ini: